Saturday, September 23, 2017
   
Text Size
Login

Konversi Sampah Perkotaan Menjadi Bahan Bakar

Source : http://io.ppijepang.org/article.php?id=341 (in Bahasa Indonesia)

 

Oleh : Bayu Indrawan


1. Pendahuluan

“Kebersihan adalah sebagian dari iman” merupakan semboyan yang dikenal dan sering didengar di dalam masyarakat kita. Pemerintah pun setuju dan mendukung semboyan ini, yang dapat dilihat dari penyelenggaraan pemilihan kota terbersih di Indonesia dan pemberian penghargaan bagi kota tersebut setiap tahun oleh pemerintah. Namun, bagaimana dengan kota yang dinyatakan sebagai kota terkotor? Apakah ada sanksi secara hukum atau sekadar gelar yang disandangkan?

Kehidupan masyarakat modern memproduksi sampah lebih banyak daripada masyarakat tradisional. Kenyataan ini bisa disaksikan di kota-kota besar, yaitu persoalan penanganan sampah yang tak kunjung terpecahkan. Contohnya, produksi sampah di wilayah Jabodetabek, jika diambil angka rata-rata produksi sampah per orang sekitar 500–1.500 gram per hari, produksi sampah di wilayah tersebut berkisar 10.000–15.000 ton per hari (dengan asumsi jumlah penduduk wilayah ini sekitar 20 juta orang). Jakarta saja bisa menghasilkan sampah sekitar 6.500 ton per hari, sedangkan Tangerang sekitar 1.000 ton per hari.

Seiring dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, cara pandang terhadap sampah pun perlu diubah. Sampah juga bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat dan mempunyai nilai ekonomi karena bisa diolah menjadi bahan bakar atau pupuk.

Ada beberapa cara yang digunakan dalam pengolahan sampah, seperti TPA (land-filling), pembakaran atau insenerasi (incineration), dan daur ulang (recycling). Cara pengolahan yang umum digunakan di Indonesia adalah membawa sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sedangkan sebagian kecil didaur ulang. Cara pengolahan dengan membawa sampah ke TPA masih bisa digunakan untuk daerah yang lahannya cukup luas, tetapi kurang efektif dikembangkan di daerah dengan luas lahan terbatas. Selain itu, TPA sampah adalah salah satu tempat penghasil gas metan yang menyebabkan efek rumah kaca, sumber penyakit, dan pada umumnya ditentang oleh masyarakat setempat. Di Eropa, cara ini sudah dilarang sejak tahun 2008. Cara pengolahan sampah lainnya adalah insenerasi. Insenerasi merupakan cara pengolahan sampah yang digunakan secara komersial. Melalui cara ini, sampah dapat diolah dalam volume besar. Tetapi dengan cara pengolahan sampah ini masih muncul masalah lingkungan, yaitu adanya dioksin yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan seperti kerusakan sistem kekebalan tubuh, kanker, gangguan reproduksi, dan lain-lain. Di samping itu dibutuhkan investasi yang sangat besar, teknologi yang rumit dengan nilai ekonomi yang minim, dan saat ini sangat dibatasi penggunaannya di negara maju.

Universitas riset terkemuka di Jepang, Tokyo Institute of Technology, memperkenalkan teknologi Hydrothermal yang diberi nama RRS (Resource Recycling System). RSS memanfaatkan tekanan dan uap suhu tinggi (30 atm, 200ºC) yang lebih ramah lingkungan, relatif murah, dan lebih sederhana teknologinya, sehingga kandungan lokal komponennya bisa mendekati 90%. Artinya, uang tidak perlu dibelanjakan ke negara lain.

Teknologi ini sesuai dengan kebutuhan pengolahan sampah di Indonesia yang umumnya terdiri dari 80% bahan organik dan campuran plastik. Sampah campuran ini dapat menghasilkan bahan bakar padat yang bisa dicampur (co-firing) dengan batu bara yang bisa digunakan sebagai bahan bakar pada pabrik semen, pembangkit PLTU, dan keperluan rumah tangga. Dengan nilai ekonomi yang dimilikinya, investasi yang sudah ditanam dapat kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama.

2. Resource Recycling System (RRS)

Proses awal pada Resource Recycling System adalah penghancuran, pengeringan, dan penghilangan bau yang dilakukan bersamaan dengan menggunakan Multi-purpose Material Conversion System (MMCS). MMCS menggunakan gas bertekanan dengan suhu tinggi.

Prinsip kerja alat ini cukup sederhana, yaitu pertama-tama sampah dimasukkan ke dalam reaktor, kemudian disusul dengan memasukkan uap bertekanan tinggi (30 atm, 200ºC) dari boiler. Dengan bantuan blender, sampah yang ada di dalam reaktor akan terurai dalam waktu sekitar 30-60 menit. Kemudian dihasilkan produk menyerupai bubuk batu bara melalui pemisahan uap air. Karena hanya menggunakan uap air panas dan uap bertekanan tinggi, alat pengolah sampah ini tidak menghasilkan zat kimia berbahaya. Selain itu, bau yang menyengat pada sampah juga hilang dan bakteri-bakteri mati karena tingginya suhu. Hasil pengolahan sampah ini dapat dijadikan bahan bakar, baik untuk pembangkit listrik tenaga uap, pabrik semen sebagai campuran batu bara, maupun untuk kebutuhan rumah tangga berupa briket. Gambar 1, 2, dan 3 merupakan diagram, produk, dan foto dari sistem tersebut.

Gb. 1. Diagram Resource Recycling System Technology

Untuk pengolahan sampah, teknologi RRS mempunyai keunggulan teknik dan nilai ekonominya, antara lain:

  1. Bebas polusi macam-macam gas buangan, seperti CO2, NOx, SOx, dan debu.
  2. Limbah air dapat diproses ulang dan digunakan kembali oleh boiler.
  3. Menghasilkan bahan bakar padat yang dapat mendampingi batu bara sebagai bahan bakar.
  4. Biaya investasi dan operasi jauh lebih murah daripada teknik pembakaran konvensional, yaitu sekitar separuh harga.
  5. Karena bebas polusi, masyarakat lebih mudah menerima keberadaan RRS.

Gb. 2. Produk Resource Recycling System Technology

Gb. 3. RRS Technology Commercial Plant di Hokkaido

Konsep RRS adalah pemanfaatan kembali sumber kekayaan yang sudah dianggap tidak berguna secara ekonomis, seperti sampah rumah tangga (Municipal Solid Waste). Keuntungan teknologi ini adalah ramah lingkungan, lebih sederhana, relatif murah dengan komponen lokal sekitar 90%, dan menghasilkan produk berkualitas yang bisa dijual sehingga modal investasi dapat kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama. Sesuai dengan komposisi sampah yang ada pada umumnya, yaitu sebagian besar terdiri dari campuran bahan organik dan plastik, RRS mampu memproses sampah ini menjadi bahan bakar padat berupa bubuk yang bisa digunakan untuk pembangkit lisrik tenaga uap, pabrik semen, atau bahan bakar untuk keperluan rumah tangga.

3. Kesimpulan

Pada saat ini dan di masa yang akan datang, sampah akan selalu menjadi masalah utama bagi pemerintah kota jika tidak dicarikan solusinya. Sebaliknya, dengan manajemen yang baik dan teknologi yang tepat, sampah akan dapat dimanfaatkan kembali.

Resource Recycling System yang berdasarkan konsep tersebut dapat mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan. RSS menghasilkan produk berupa bahan bakar bubuk yang dapat digunakan sebagai pencampur batu bara dan briket sampah, sehingga bisa dijual kepada perusahaan pembangkit listrik tenaga uap, pengusaha batu bata, pabrik semen, rumah tangga, dsb. Modal investasi yang ditanamkan dapat mencapai titik impas (break even point) dalam waktu yang tidak terlalu lama. Selain itu, RSS yang ramah lingkungan akan diujicobakan di Indonesia dalam bentuk pilot project. Diharapkan RSS dapat menjadi-solusi permasalahan sampah di Indonesia dan upaya mendorong pengembangan teknologi, industri dan penelitian di bidang persampahan di Indonesia.

4. Daftar Pustaka

  1. G. Jambaldorj, M. Takahashi and K. Yoshikawa. 2007. Liquid Fertilizer Production from Sewage Sludge by Hydrothermal Treatment. Proceedings of International Symposium on EcoTopia Science.
  2. K. Sato, Z. Jian, J.H. Soon, T. Namioka, K. Yoshikawa, Y. Morohashi, J. Takase, M. Nozaki and T. Kaneko. 2004. Studies on Fuel Conversion of High Moisture Content Biomass Using Middle Pressure Steam. Proceeding of Thermal Engineering Conference, 255-260.
  3. K. Yoshikawa. 2009. Hydrothermal Treatment of Municipal Solid Waste to Produce Solid Fuel. 7th International Energy Conversion Engineering Conference.
  4. Kementerian Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KNLH). 2008. Statistik Persampahan Indonesia Tahun 2008.
  5. P. Prawisudha, K. Yoshikawa, H. Takano and Y. Ishida. 2009. Solid Fuel Production from MSW using Innovative Hydrothermal Treatment Technology for Cement Kiln Application.
  6. UIN – ITB – UNAND - Tokyo Tech - Nagoya Univ. - Tokyo Univ. Agriculture - Nihon Univ. Cooperative Research. 2008. Establishment of Circulation Systems for Bio-resources in Indonesia.
  7. United Nations Environmental Programme, Division of Technology, Industry and Economics, International Environmental Technology Centre. 2009. Converting Waste Agricultural Biomass into a Resource.
Comments
Add New Search
Puji Santosa  - autclave sampah   |110.66.138.xxx |2010-10-04 10:56:39
saya komunitas peduli sampah, tertarik dengan arti kel tersebut, bisakah kami da
pat penjelasan yang a gak detil tentang spek, harga dll , apakah di indo nesia s
udah ada yang pasang ? apakah di indonesia sudah ada agennya ?

salam sejahte
ra selalu

bayu   |SAdministrator |2010-12-28 20:32:18
Yth. Bpk. Puji Santosa,

Saat ini teknologi tsb be lum sedang diupayakan untuk d
iaplikasikan di Indon esia.

Apabila bpk tertarik dan ingin penjelasan s ecara d
etail, silahkan kontak saya di email : me(a t)bayu.in
atau
di link "contact&
#34; website i ni.

salam,

bayu indrawan

** (at) = @
Ciptoko  - Aplikasi untuk di Indonesia   |202.43.182.xxx |2010-12-27 11:48:29
Pak Bayu, Yth.

Mohon info lebih lanjut apakah t eknologi tersebut sudah diapl
ikasikan di Indonesia ?, karena saya sangat tertarik untuk dapat menera pkan te
knologi tersebut dan tingkat kelayakannya a pa sudah punya gambaran ?, termasuk
minimum timbul an sampah untuk kelayakan teknologi tersebut.

t rimakasih

C
iptoko
bayu   |SAdministrator |2010-12-27 12:10:38
Yth. Bpk. Ciptoko,

Saat ini teknologi hydrotermal treatment tsb belum diaplika
sikan di Indonesia. K ami sempat menawarkan kepada beberapa pemerintah d aerah d
i Indonesia dan menyatakan sangat tertarik untuk mengaplikasikan teknologi ters
ebut, tetapi m asih terkendala masalah investor.

Apabila bpk ter tarik dan ingi
n penjelasan secara detail, silahkan kontak saya di email : me(at)bayu.in
atau
di link "contact" website ini.

salam,

bayu indr awan

** (at) = @
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Chat Box

Latest Message: 2 years, 3 months ago
  • [guest_5078] : sadsa
  • [guest_7767] : gy
  • [guest_8930] : ghjhj
  • [guest_8930] : ghjghj
  • [guest_8930] : hjhj
  • [Dewa] : Hello all
  • [gymnulceKly : O13694 p18945 E11162
  • [guest_5172] : hi
  • [guest_5172] : hello
  • [guest_5172] : good
  • [guest_5200] : heho
  • [guest_4276] : sedap deh
  • [Neapphydayn : でんき きりみ きょうどうたい スタンバイ ふじんきしゃ ごくあく まんゆう もうしそえる りょくちたい ちくさん なきさけぶ こんすい とんじゃく いりかわり リンク ひからす だきあわせる おしめ アップリケ いちげい リフレーション ぺらぺら ちょうしん むさい くう ころす えらがた てんぴ はる るいはん のうりんだいじん つまびらか くずれあし きんこう とり
  • [su] : keren websitenya, mas bayu,,, terus berkarya!
  • Bayu Indrawa : cms : joomla, hosting : hostgator.. g_4657??
  • [guest_4657] : hostingannya pake apa?
  • [guest_4657] : kasih tau dong
  • [guest_4657] : pake joomla ya?
  • Bayu Indrawa : hi mxjirie... thanks for visit :)
  • [mxjirie] : Hello. Nice site. Congrats
  • [mxjirie] : Hello. Nice site. Congrats
  • [guest_3918] : hi all
  • [Software Ak : hello ...
  • [guest_5372] : oii
  • [Gundoskgj] : Aloha! zkf
  • [guest_1270] : hi
  • [guest_7490] : hi
  • [guest_6441] : halo
  • [komputerbut : udah tau kontes ini blom gan Mercedes-Benz Mobil Mewah Terbaik Indonesia
  • [Lingkar Mer : Lingkar Merah
  • [guest_4911] : hi
  • [ibung] : hehe...ah pakde bisa aja..aman pakde..amaan.Bisa diatuur..
  • Bayu Indrawa : waaah pakde... terima kasih atas kunjungannya... tp laen kali klo mampir2 ya coba bawa cemilan atau omiyage dari italy... hehehe
  • [ibung] : pakde..saya mampir kelapaknya ya..
  • [guest_1636] : hello
  • Bayu Indrawa : amin... :-)
  • [fitri] : semoga saya juga bisa ke jepang... Amin
  • [guest_7768] : sama sama
View archive

Guests are shown between [].


Who's Online

We have 40 guests online
Restore Default Settings

Login Form